BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Aktivitas kependidikan Islam ada sejak
adanya manusia itu sendiri (Nabi Adam dan Hawa), bahkan ayat Al-Qur`an yang
pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. adalah bukan perintah shalat,
puasa dan lainnya, tetapi justru perintah iqra` (membaca, merenungkan,
menelaah, meneliti, atau mengkaji) atau perintah untuk mencerdaskan kehidupan
manusia yang merupakan inti dari aktivitas pendidikan. Dari situlah manusia memikirkan, menelaah, dan
meneliti bagaimana pelaksanaan pendidikan itu. [1]
Berdasarkan pemaparan H.A.R. Tilaar bahwa pendidikan merupakan
kegiatan yang esensial dalam setiap kehidupan masyarakat. [2] Pendidikan juga merupakan kegiatan yang
kompleks, meliputi berbagai komponen yang berkaitan satu sama lain. Jika
pendidikan ingin dilaksanakan secara terencana dan teratur, maka berbagai
elemen yang terlibat dalam kegiatan pendidikan tersebut perlu dikenali. Untuk
itu diperlukan pengkajian usaha pendidikan sebagai suatu sistem. [3]
Dalam
pembangunan nasional, khususnya dalam sektor pendidikan, telah membuahkan
banyak hasil yang membesarkan hati di samping banyak masalah yang muncul baik
yang telah diperkirakan sebelumnya maupun masalah yang muncul akibat keberhasilan
yang telah dicapai itu. Keberhasilan yang menonjol misalnya berhasilnya
universalisasi pendidikan sekolah dasar yang telah dicapai sejak tahun 1984,
dan sejak Pelita pertama jumlah murid SD telah berlipat hampir dua kali,
sekolah menengah pertama 3 kali, sekolah menengah tingkat atas 4,7 kali dan
mahasiswa hamper 6 kali lipat. Dalam tahun 1989 diperkirakan hampir 45 juta
manusia Indonesia atau sekitar 25% penduduk Indonesia berada di berbagai jenis
dan jenjang pendidikan.[4] Sungguh suatu prestasi yang
menggembirakan. Hasil tersebut tidak dapat diingkari telah menaikkan taraf
kecerdasan rakyat banyak seperti yang diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945. [5]